A sweet gift

Terkadang, hal-hal manis itu muncul dari sesuatu yang sederhana saja. Seperti surprise kecil dari kedua kakakku (Debby and Milda), eh ada Kak Opa jugaa. Foto ini diambil dua tahun lalu, merayakan ultahku di rumah Kak Milda. Sangat sederhana, but it was sooo much fun!

Empat tahun lalu. Kami bertemu waktu sama-sama bekerja di Badan Pangan dan Pertanian, Banda Aceh. Disini kami punya banyak cerita. Pertemanan ini terus berlanjut sampai sekarang. Mereka benar-benar membuatku nyaman sebagai partner, teman sekaligus adik ♥

A piece of a sweet story of us. Sebuah Janji Sebuah Cerita, ditulis Kak Milda sebagai hadiah ultahku tiga tahun lalu. Masih dalam konteks yang sederhana, meski begitu tulisan ini tetap menjadi favoritku ♥ Kangeeen..

Aku jadi ingat, hampir setahun berlalu, dan aku masih terikat janji pada seseorang. Untuk sebuah cerita tentang dirinya untuk hadiah ultahnya. Waktu itu, aku mengangguk. Aku tidak lupa padanya, tidak pula pada janji itu, aku punya begitu banyak kesan padanya, aku bisa dengan serta merta meluapkannya. Tapi, aku lupa bilang, tulisanku adalah spontanitas. Mengalir.. ketika ada janji untuk melakukannya, otakku mendadak macet. Heheh….

Tapi, my sweet best friend, I never can forget the promise. Seperti aku tidak pernah lupa rasanya pertama kali disapa hangatmu. Yang benar-benar hangat itu… seperti makan burger yang baru lepas dari penggorengan, lengkap dengan saos dan seledry… ohya, tambah telur dan abon pulak! hehehe.. Aku masih selalu ingat, lembutnya rangkulanmu, manisnya senyummu, binar bola matamu.. sejuta inspirasi. Aku rasa aku suka. Pada kesan pertama itu. Aku baru selesai nego gaji di calon kantor baru. Lampu temaram dan semua manusia di sana sibuk kecuali si bulek jangkung yang sudah berlalu pulak. Kamu datang, menerobos masuk, merangkulku hangat sekali. Aku tahu, kamu pasti salah orang! Heheh… tapi, diam-diam, cetakan wajahmu lekat terekam di memoriku.

Kita baru ketemu lagi seminggu kemudian. Setelah aku bertanya-tanya dalam hati, why can’t I find that girl? Where is the warmth smile in the world gone? Ketika wajah itu muncul lagi, aku baru merasa, akhirnya aku menemukan temanku di tempat asing ini… she is already be my heart’s friend, even before I know who she is…

Perlukah kusebut nama tercantik itu? Aha… aku tidak mau membuatnya pangling ahhh… hahahha… Tapi, rasanya, aku tidak akan bisa menepati janjiku sebelum kuumumkan siapa dia! She is My Atun! Periang, pemikir, pecinta, pemimpi, dewasa dan childish berbarengan, percaya diri dan tidak di saat lain. Simple and complicated.

Dia menyebutku, yang bisa menginspirasi, tapi saat lain, dia menolak pelukanku sangking paniknya. Jadi, kalau dia panik, i better back off! hahaha… Untung aku sudah biasa ditolak, jadi ora opo-opolah! hahhaa.. Yang paling lucu yang pernah aku dan dia alami, saat sedang asik-asik ketawa dan cekakak cekikik sepanjang hari, tiba-tiba ada yang bilang kami lagi pasang muka setan. Walau awalnya marah dan kesal minta ampun (ada yang sampe nangis-nangis bawa pulang motor aku…dan tiba-tiba kaget sendiri dengan suara klaksonnya yang seperti klakson truk sampe batal nangis!hihihihih…), akhirnya kami bisa juga mengenangnya sebagai cerita lucu yang bikin ngakak kalau diingat!

Udah banyak juga ya kejadian-kejadian aneh yang aku dan atun alami. Ada saatnya jalan-jalan sama aku dan abang sampe ke Ulee Lee, makan jagung bakar di pinggir dermaga.. hihihi…. Begitu ketemu kbie, kloplah sudah. Jadi three musketeers… gabung ma kak yanti, yuni, kak rina, nongkronglah para gadis manis ini di pizza hut…. (paling sering). Jadi ingat, curi-curi waktu makan pagi. Jalan ke ujung gang kantor untuk nongkrong sebentar di warkop sambil makan lontong atau mie goreng. Pas balik, ketemu pulak ma si bos, Mr. David, yang melempar senyum…. yang kami balas dengan unguilty face and smile…hahahha….

Saat-saat di musholla hasil sulapan kamarnya titin. Aku serig liat atun sholat dengan khusuknya. Sampe ngiri… Rambutnya panjang dan tebal, dambaan kaum adamlah… hihihi… Sibuk mau ke salon buat treatment rambut tapi nggak jadi-jadi… Atun punya cinta sejati masa SMA. Sayangnya, he has gone forever.. Sejak saat itu, belum lagi ada yang bisa gantiin. Yang datang sih banyak… ya nggak tun? Tapi Atun punya standar sendiri donk… Yang sering aku nasehatin, kenali dulu, berteman dulu, terima dulu, nanti baru buat analisa dan keputusan..dan bla bla bla… pokoknya aku menyulap diriku sendiri jadi dokter cintanya atunlah! ahahha…

Tapi sebenarnya, Atun juga salah satu guru dalam hidupku. Mengingatkan aku untuk selalu ramah dan berpikir positif. Kebiasan lama yang kadang aku lupa dan tinggalkan. Dia membuat aku melihat jalan kembali mulus tak berkerikil. Dengan lincah, kekanakan sekaligus kedewasaannya, aku menemukan teman yang membuat aku tersenyum dan tidak takut menjadi lugu, baik dan menyenangkan…..

I love you Atun! ^_^

http://www.facebook.com/note.php?note_id=430206435204

Hal yang paling menyenangkan adalah ketika kita berkumpul dengan orang-orang yang membuat kita nyaman menjadi diri sendiri dan apa adanya. Salah satunya, bersama mereka. Love you both!