A sweet gift

Terkadang, hal-hal manis itu muncul dari sesuatu yang sederhana saja. Seperti surprise kecil dari kedua kakakku (Debby and Milda), eh ada Kak Opa jugaa. Foto ini diambil dua tahun lalu, merayakan ultahku di rumah Kak Milda. Sangat sederhana, but it was sooo much fun!

Empat tahun lalu. Kami bertemu waktu sama-sama bekerja di Badan Pangan dan Pertanian, Banda Aceh. Disini kami punya banyak cerita. Pertemanan ini terus berlanjut sampai sekarang. Mereka benar-benar membuatku nyaman sebagai partner, teman sekaligus adik ♥

A piece of a sweet story of us. Sebuah Janji Sebuah Cerita, ditulis Kak Milda sebagai hadiah ultahku tiga tahun lalu. Masih dalam konteks yang sederhana, meski begitu tulisan ini tetap menjadi favoritku ♥ Kangeeen..

Aku jadi ingat, hampir setahun berlalu, dan aku masih terikat janji pada seseorang. Untuk sebuah cerita tentang dirinya untuk hadiah ultahnya. Waktu itu, aku mengangguk. Aku tidak lupa padanya, tidak pula pada janji itu, aku punya begitu banyak kesan padanya, aku bisa dengan serta merta meluapkannya. Tapi, aku lupa bilang, tulisanku adalah spontanitas. Mengalir.. ketika ada janji untuk melakukannya, otakku mendadak macet. Heheh….

Tapi, my sweet best friend, I never can forget the promise. Seperti aku tidak pernah lupa rasanya pertama kali disapa hangatmu. Yang benar-benar hangat itu… seperti makan burger yang baru lepas dari penggorengan, lengkap dengan saos dan seledry… ohya, tambah telur dan abon pulak! hehehe.. Aku masih selalu ingat, lembutnya rangkulanmu, manisnya senyummu, binar bola matamu.. sejuta inspirasi. Aku rasa aku suka. Pada kesan pertama itu. Aku baru selesai nego gaji di calon kantor baru. Lampu temaram dan semua manusia di sana sibuk kecuali si bulek jangkung yang sudah berlalu pulak. Kamu datang, menerobos masuk, merangkulku hangat sekali. Aku tahu, kamu pasti salah orang! Heheh… tapi, diam-diam, cetakan wajahmu lekat terekam di memoriku.

Kita baru ketemu lagi seminggu kemudian. Setelah aku bertanya-tanya dalam hati, why can’t I find that girl? Where is the warmth smile in the world gone? Ketika wajah itu muncul lagi, aku baru merasa, akhirnya aku menemukan temanku di tempat asing ini… she is already be my heart’s friend, even before I know who she is…

Perlukah kusebut nama tercantik itu? Aha… aku tidak mau membuatnya pangling ahhh… hahahha… Tapi, rasanya, aku tidak akan bisa menepati janjiku sebelum kuumumkan siapa dia! She is My Atun! Periang, pemikir, pecinta, pemimpi, dewasa dan childish berbarengan, percaya diri dan tidak di saat lain. Simple and complicated.

Dia menyebutku, yang bisa menginspirasi, tapi saat lain, dia menolak pelukanku sangking paniknya. Jadi, kalau dia panik, i better back off! hahaha… Untung aku sudah biasa ditolak, jadi ora opo-opolah! hahhaa.. Yang paling lucu yang pernah aku dan dia alami, saat sedang asik-asik ketawa dan cekakak cekikik sepanjang hari, tiba-tiba ada yang bilang kami lagi pasang muka setan. Walau awalnya marah dan kesal minta ampun (ada yang sampe nangis-nangis bawa pulang motor aku…dan tiba-tiba kaget sendiri dengan suara klaksonnya yang seperti klakson truk sampe batal nangis!hihihihih…), akhirnya kami bisa juga mengenangnya sebagai cerita lucu yang bikin ngakak kalau diingat!

Udah banyak juga ya kejadian-kejadian aneh yang aku dan atun alami. Ada saatnya jalan-jalan sama aku dan abang sampe ke Ulee Lee, makan jagung bakar di pinggir dermaga.. hihihi…. Begitu ketemu kbie, kloplah sudah. Jadi three musketeers… gabung ma kak yanti, yuni, kak rina, nongkronglah para gadis manis ini di pizza hut…. (paling sering). Jadi ingat, curi-curi waktu makan pagi. Jalan ke ujung gang kantor untuk nongkrong sebentar di warkop sambil makan lontong atau mie goreng. Pas balik, ketemu pulak ma si bos, Mr. David, yang melempar senyum…. yang kami balas dengan unguilty face and smile…hahahha….

Saat-saat di musholla hasil sulapan kamarnya titin. Aku serig liat atun sholat dengan khusuknya. Sampe ngiri… Rambutnya panjang dan tebal, dambaan kaum adamlah… hihihi… Sibuk mau ke salon buat treatment rambut tapi nggak jadi-jadi… Atun punya cinta sejati masa SMA. Sayangnya, he has gone forever.. Sejak saat itu, belum lagi ada yang bisa gantiin. Yang datang sih banyak… ya nggak tun? Tapi Atun punya standar sendiri donk… Yang sering aku nasehatin, kenali dulu, berteman dulu, terima dulu, nanti baru buat analisa dan keputusan..dan bla bla bla… pokoknya aku menyulap diriku sendiri jadi dokter cintanya atunlah! ahahha…

Tapi sebenarnya, Atun juga salah satu guru dalam hidupku. Mengingatkan aku untuk selalu ramah dan berpikir positif. Kebiasan lama yang kadang aku lupa dan tinggalkan. Dia membuat aku melihat jalan kembali mulus tak berkerikil. Dengan lincah, kekanakan sekaligus kedewasaannya, aku menemukan teman yang membuat aku tersenyum dan tidak takut menjadi lugu, baik dan menyenangkan…..

I love you Atun! ^_^

http://www.facebook.com/note.php?note_id=430206435204

Hal yang paling menyenangkan adalah ketika kita berkumpul dengan orang-orang yang membuat kita nyaman menjadi diri sendiri dan apa adanya. Salah satunya, bersama mereka. Love you both!

When you have more smiles..

Tahukah kamu amalan yang paling mudah? Tersenyumlah.

Tahukah kamu sedekah yang paling murah? Tersenyumlah.

Tahukah kamu amalan yang selangkah lebih dekat dengan Rasulullah? Tersenyumlah.

Ya, tersenyumlah. Sederhana bukan.

“Ketika kamu tersenyum maka dunia pun akan tersenyum kepadamu.” 

Hanya dengan tersenyum kamu akan terlihat lebih menarik, not because of you are full of make up or wearing precious ‘blink blink’ stuff, tapi karena aura/energi positif yang kamu hasilkan membuat perasaan orang-orang yang berada di sekelilingmu merasa nyaman dan senang. Kalau kamu sedang sedih, sebel, bosan, gundah gulana atau stress karena ada hal yang tidak sesuai dengan rencana pagi ini, cobalah tersenyum. In one condition, do it softly and sincerely. Rasakan, senyumanmu akan membuat perasaan kamu menjadi lebih baik hari ini.

Beberapa hasil penelitian menarik bersumber dari kaskus tentang manfaat senyuman bagi kesehatan:

Tersenyum Dapat Meningkatkan Imunitas. Sebuah penelitian mengenai senyum menggambarkan bahwa flu dan batuk bisa hilang dengan senyuman. Mengapa? Fungsi kekebatalan tubuh atau imun bekerja secara maksimal saat seseorang merasa rileks adalam keadaan rileks. Saat seseorang tersenyum, tubuh bekerja membuat dan menghasilkan sistem kekebalan tubuh atau imun untuk bekerja lebih baik. Bagi anda yang sering terserang batuk dan pilek tanyakan diri anda apakah senyuman selalu terpancar dari wajah anda?

Tersenyum Dapat Menurunkan Tekanan Darah. Penelitian terhadap senyum, mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa tekanan darah saat sesorang tersenyum lebih rendah. Tidak percaya? Segera ambil alat pengukur tekanan darah dan mulailah anda tersenyum dengan tulus dan lihat hasilnya. Kemudian pasang kembali alat pengukur tekanan darah dan mulailah anda marah-marah, coba perhatikan hasilnya. Dapat dipastikan bahwa tekanan darah akan meningkat saat anda dalam keadaan marah dan tekanan darah akan stabil atau rendah saat seseorang tersenyum.

Senyum Identik Dengan Obat Alami. Saat seseorang tersenyum, secara otomatis akan melepaskan 3 hormon pengendali rasa sakit yaitu, endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Senyum diibaratkan semacam obat alami, karena saat seseorang tersenyum secara otomatis tubuh menghasilkan endorphin,pemati rasa alamiah, dan serotonin yang dipercaya sebagai analgesik atau penghilang rasa sakit.

Tersenyum Salah Satu Resep Awet Muda. Saat seseorang tersenyum hanya dibutuhkan 17 tarikan otot wajah. Sementara orang yang suka marah, suka cemberut, atau suka mengomel membutuhkan 32 tarikan otot wajah. Senyuman menggerakkan banyak otot-otot wajah untuk rileks, sedangkan cemberut menengagkan 32 otot wajah untuk bekerja pangsa akibat ketegangan. Tidaklah mengherankan seseorang yang suka tersenyum, terlihat lebih awet muda.

Karena itulah mengapa Rasulullah menyuruh kita untuk selalu tersenyum.

“Tersenyumlah karena itu baik bagimu.

Di atas langit masih ada langit


Nice. Pepatah manis itu kembali kudengar beberapa hari lalu disela-sela makan siang, berebutan meja dengan printer, absensi, modul dan sertifikat workshop. Gara-gara aku memujinya bahwa aku kagum, sebagai seorang teman aku selalu merasa tak pernah cukup baik dibandingkan Ibu dua anak ini. A smart and a low profile. Such a great mother, partner and sister. Salah satu fotografer favoritku. Teman yang asik untuk diajak sharing sambil ngopi disela-sela jam kerja hihihi. Anyway, after a long talking, glad to be re-remembered that no body’s perfect. Tak ada manusia yang sempurna. Tak ada yang paling hebat. Tak perlu lah petantang petenteng ga penting. Karena, “di atas langit masih ada langit”. Thank you kakakku :)

Thank you for being so wonderful Mom, Happy Birthday

16 September 2010

Sujud dan syukurku pada Allah Subhanahu wa Ta’alaa atas setiap hembusan nafas yang dihadiahkan kepadanya hingga kini, didetik beliau genap berumur 62 tahun.

Tak banyak yang berubah darinya. Hanya kerutan dan uban saja yang makin terlihat jelas. Tapi bagiku pesonanya tetap sama, just like a diamond. Tanpa polesan, sangat original. Ya, dia Ibuku.

Ibu adalah sosok penting dalam hidupku. Bagiku, Ibu adalah energi dan inspiratorku tuk berkarya. Auranya bagai pesona surgawi yang begitu kuat mempengaruhi fluktuasi emosiku. Pendapatnya sangat kudengarkan. Ibu juga selalu menjadi pendengar yang sangat baik, bahkan hal-hal sepele yang kuanggap penting selalu ingin kubagi dengannya. Asyiknya Ibu selalu memberikan respon yang ramah dan seringnya masukan yang diberikan selalu bisa membuatku merubah cara pandang terhadap sesuatu secara lebih sabar dan dewasa.

Dalam hidup, kami diberikan ruang sebebas-bebasnya untuk memilih apa yang kami mau, asalkan realistis dan tetap dalam koridor agama. Apapun yang kami pilih akan didukung, tak perlu khawatirlah kalau ada kerikil-kerikil kecil, tinggal datang saja atau kalau memang terlalu terburu berlari saja padanya, curahkan, tumpahkan, tak perlu sungkan, karena Beliau selalu ada, selalu sama, begitu terbuka, hangat dan menenangkan.

63 tahun, binar mata tetap sama dan semangat yang masih sama. Full of spirit! Hard life has formed her to become stronger and wiser. Sederhana, apa adanya, punya prinsip dan penuh kasih sayang.

Hal yang paling aku pelajari darinya adalah berusaha untuk ikhlas dan bersyukur baik dalam senang dan susah. Kesempurnaan itu tak pernah ada, tergantung dari cara pandang kita, darinya aku belajar satu kalimat ini: Nobody’s perfect, but as long as you grateful of what you have and don’t, you are perfect already. Aku melihat itu, seorang ibu dengan sikap keteladanannya berusaha memotivasi kami untuk meraih sukses dalam kebaikan. Bangganya aku.

Tapi di tahun-tahun belakangan ini, kondisi kesehatannya up and down, fisik yang terus menua yang sakitnya bisa kambuh kapan saja. Sangat mengkhawatirkan. But that’s my mom, beliau terus berusaha meyakinkanku bahwa menjadi tua bukanlah menjadi perkara penting untuk terus beramal dan bermanfaat. Begitulah Ibuku.

It’s simply a very small portrait of her. Sesungguhnya berjuta-juta pujian pun tak akan mampu melukiskan betapa bernilainya Beliau bagiku, bagi kami anak-anaknya.

Your arms are made of tenderness, presenting a warmth embrace for us. I sincerely and deeply thank you for your unconditionally and everlasting love. We love you. Only God knows how much we love you. All praise be to Allah Almighty.

Jazakallahu Khairan Kastiiran…

Terima kasih sedalam-dalamnya karena telah menjadi Ibu yang begitu mengagumkan yang terus dan terus mencintai kami.

Terima kasih atas kasih sayang yang engkau limpahkan, doa-doamu yang terus mengalir, waktu yang engkau sempatkan dan ‘ruang’ yang seluas-luasnya yang telah engkau berikan.

Hingga waktunya tiba, semoga engkau digolongkan bersama orang-orang yang beriman yang dianugrahi tempat yang terindah disisi Allah Subhanahu wa ta’alaa. Perkenankanlah ya Raab.

Thank you for being so wonderful Mom, Happy Birthday.

Simeulue, July 31th. 2010


Abstract : Adaptation Strategy of the Traditional Fishermen Leaders in Aceh to Extreme Sea Weather Conditions in Fishing Activity

A survey result;

In a disaster situation, timely warning allows fishermen to take actions that may save lives and reduce damages on their fishing gear/boats. To overcome the effects of extreme weather on fishing activity, it is important to investigate the adaptation strategy which fishermen take to encounter extreme sea weather conditions. This study was aimed at investigating the fishermen leaders’ strategy, as part of their community strategy, to adapt to the extreme sea weather conditions. The results are expected to draw the awareness of fishermen to these conditions. This study was conducted on November 29, 2010 using a questionnaire survey with 39 questions and a Focus Group Discussion. The set of questions were intended  to ascertain  the personal capacity background of the respondents, ways that they cope with the disruption of their livelihood due to the extreme weather, the media of communication to retrieve the weather information, and methods in disseminating the extreme weather information to other communities. Traditional leaders of the fishermen community in Aceh, called as Panglima Laot, were selected to represent the Aceh fishermen communities. We distributed  40 sets of questionnaires and  38 of them were returned. Results showed that having long record of experience in fishing activity has  shaped the response of Panglima Laot to the bad weather conditions.


Over four-fifths (87%) of Panglima Laot acknowledged that storm and high waves are the top two conditions that must be avoided in their activity due to the high possibilty to harm to their lives and their fishing gear and boats. In such bad weather circumstances, about 54% of the Panglima Laots decided not to undertake fishing activity and try to find another job (32%). Due to limited skill and low-level education, they attempt to find another short term job to meet their family needs is not always successful. Regardless the extreme sea weather, due to their limited ability to find another job, has  forced a number of Panglima Laot to proceed their fishing activity but in near shore zone (22%). A small minority however perform their usual fishing activity (no change in fishing distance) without considering the risks (2%). As their community’s traditional leaders, around 75% of the Panglima Laot confirmed that direct communication is the most effective manner to spread such information to reduce risk in fishing activity. The Panglima Laot disseminated the extreme weather condition by means of  face-to-face communication to the fishermen in their community (32%), and some also  inform other Panglima Laot in the neighbouring area or regions (46%). Additionally, around 10% of the Panglima Laot decide to bring the information through official parties. Based on the findings, it can be concluded that there are opportunities to significantly reduce loss of lives and property in the event of  extreme weather if early warning systems can be  improved. For the government, this is a challenge to be answered by establishing an effective warning system also the coastline. In this information management system, the Panglima Laot will play a role as the main agent to directly disseminate the information to the local fishermen.

Keywords: extreme sea weather, Panglima Laot, adaptation, communication, disaster risk reduction

Gratitude belongs to Pak Syamsidik for sharing the notion and review.

Farewell young man, best of luck!

Seven days of resignation have passed, and we still missing one of our best man a lot!

A scientist, perfectionist, and also scrupulous. But unbelievably illiterates in common terms and things which sometimes looked horribly funny hi hi. But that makes he so special.

Over months, found this kind of sweet nerdy had bring another-positive-sensations in another friendship and team mate of ours. The one we cud say a special package with a composition of perfect and imperfect. Simply unique ;)

After months of waiting, the announcement has finally on-boarded. And he’s in! He’s positively recruited in the new-better-place he dreamt of.

Congratulations mate! All the best in your future endeavor. On behalf of the team, I would like to thanks for all of your kindness along the way. Such a grateful to meet and work in the same project for almost a year! Happiness and sadness to feel inside, to-again-lose both a great friend and team mate. However, we have to celebrate this yay!

One best thing I learned from you is “diligent can not be paid except discipline and hard work.” Simply inspiring me.

May Allah Almighty bless you in every path of your life. Wish we will meet up again in another prosperous chance and challenge at different corner of this wonderfully world. Insyaallah :)

16 Cara Praktis Untuk Mengembangkan Diri


Artikel ini ku paste secara utuh dari Kaskus. Cocok untuk aku yang sedang berusaha untuk mengembangkan diri he he, begitupun kamu bukan? Have a nice read!

Banyak orang yang ingin berkembang, tapi banyak juga dari mereka yang bingung bagaiamana atau darimana harus memulai. Berikut 16 cara praktis untuk membantu anda dalam mengembangkan kemampuan diri.

1. Membaca buku setiap hari

Tidak ada cara yang lebih mudah dalam menambah pengetahuan untuk mengembangkan diri kecuali membaca buku. Membaca buku setiap hari akan membuka wawasan dan pengetahuan anda mengenai ilmu-ilmu pengembangan diri yang sedang tren saat ini.

2. Mempelajari bahasa baru

Berapa banyak bahasa yang anda kuasai saat ini? tiga? empat? atau lima bahasa? Semakin banyak bahasa yang anda kuasai, maka semakin tinggilah nilai jual anda, dan tentu saja otak anda akan lebih bermafaat.

3. Cari hobi baru

Jangan pernah meremehkan hobi, jika anda merasa hobi adalah aktifitas buang-buang waktu, maka anda harus berfikir ulang. Selain bisa membuat rileks yang akhirnya berimbas pada ‘kesegaran’ pikiran, hobi juga bisa menghasilkan keuntungan, baik materi atau tidak.

Carilah hobi baru, jika anda suka olahraga dan penyuka futsal, maka pelajari juga olahraga lain seperti renang misalnya.

4. Ambillah kursus

Mengikuti kursus merupakan cara lain untuk mengembangkan kemampuan anda.

5. Cipatakan ruangan ‘kreatif’

Ruangan yang kreatif akan merangsang otak kita untuk menciptakan sesuatu yang kreatif juga. Buatlah ruang kerja anda ‘berbeda’, jangan hanya sebuah ruangan kotak yang menjemukan yang seolah-olah mengusir anda untuk segera pulang.

6. Tingkatkan kemampuan anda

Sejauh mana kemampuan Public Speaking anda? atau sudah berapa teknik wawancara yang anda kuasai? Tingkatkan kemampuan yang anda miliki hingga anda merasa ahli pada kemampuan tersebut. Jangan pernah berhenti untuk terus mengembangkan kemampuan anda.

7. Bangun lebih pagi

Jika anda bangun lebih pagi itu artinya waktu untuk mengerjakan hal-hal produktif ikut bertambah.

8. Miliki waktu olaharaga secara rutin

Kemampuan sebaik apapun tidak akan bisa maksimal jika kondisi badan anda tidak sehat. Buatlah waktu rutin untuk berolahraga, jangan sampai kemampuan anda tertutup penyakit yang sering menghampiri tubuh anda.

9. Menulis

Menulis merupakan salah satu aktifitas yang mampu mengasah kemampuan otak anda secara penuh. Jurnal, buku atau blog bisa menjadi alternatif untuk memulai tulisan pertama anda.

10. Keluar dari rutinitas

Salah satu hal yang membuat kreatifitas macet adalah rutinitas. Keluarlah dari rutinitas anda. Contoh sederhana, cobalah anda berangkat ke kantor dengan rute yang berbeda dari biasanya.

11. Mintalah umpan balik

Umpan balik atau feedback merupakan hal penting untuk mengukur sejauh mana hasil yang anda dapat. Mintalah umpan balik dari rekan kerja atau keluarga dan gunakan hal itu sebagai acuan untuk mengembangkan kemampuan diri anda.

12. Belajar dari orang lain

“Bahkan orang bodoh-pun bisa benar”, demikian kira-kira istilah yang tepat untuk menggambarkan point ini. Setiap orang unik dan setiap orang merupakan guru bagi kita. Jangan merasa bahwa anda merasa lebih pintar dalam segala hal, tetaplah rendah hati dan mau membuka diri terhadap orang lain.

13. Keluar dari kebiasaan buruk

Sering terlambat masuk kantor? atau sering mengingkari janji? itu adalah beberapa contoh kebiasaan buruk. Segera tinggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk anda. Kebiasaan buruk sekecil apapun bisa mengakibatkan hambatan dalam mengembangkan kemampuan anda.

14. Mulailah berbisnis

Berbisnis merupakan suatu hal yang sangat menantang. Banyak pengalaman yang akan anda dapatkan dari berbisnis. Jadi jangan ragu, walaupun kecil, belajarlah untuk berbisnis.

15. Tentukan waktu istirahat

Manusia memiliki batas, bahkan mesin-pun butuh istirahat. Atur waktu istirahat anda, dan tepati itu.

16. Patuhi komitmen

Sebaik apapun rencana yang anda buat, sebaik apapun tools dan fasilitas yang anda punya, tanpa sebuah komitmen maka rencana dan mimpi anda mustahil untuk terwujud. Jaga selalu komitmen dan konsisten pada mimpi dan tujuan anda.

Sejatinya kebahagiaan itu…

Sejatinya kebahagian yang hakiki adalah ikhlas dan syukur.

Ikhlas untuk refleksi diri setiap hari, tidak berburuk sangka, memuliakan saudaranya, dan tidak sungkan untuk minta maaf dan memberi maaf dengan tulus.

Syukur dengan apa yang dimiliki dan tidak, syukur yang menjadikan kita rendah hati, dan syukur yang menjadikan kita bisa terus semangat dan tersenyum setiap hari.

Daftar Buku, Inspirasi dan Mimpi

Bisa dibilang aku tak hobi membaca buku, novel atau sebangsanya. Biar begitu… Aku ini termasuk pembaca cepat lho (ya iyalah, secara kerap mampir di pintu prakata lalu lompat jalan pulang ke kesimpulan hihihi). Pasalnya tak banyak buku yang membuatku terkesan (halahh!). Tapiii… Beberapa tahun belakangan sejak mamak mulai mengoleksi beberapa buku baru, agaknya merayu-rayu untuk kulirik. Heem… dari judul sampulnya saja menarik, tak biasa menurutku.

Karya-karya best seller ini ditulis oleh para ilmuan terkemuka dengan bahasa yang sangat mudah kupahami. Harun Yahya, Amru Khalid, Abu Sangkan dan Agus Mustafa. Aku terlena dibuatnya…

Pelan-pelan, buku-buku ini berhasil kubaca tuntas. Uniknya, aku dan minat bacaku yang dibawah rata-rata ini rela berbetah ria duduk sepanjang hari menelurusi kata demi kata, berupa-rupa istilah, lalu mencoba memahami makna yang tersirat dalam-dalam, tanpa beban… (padahal itu kebiasaanku kalau sedang baca komik lho). Aku bahkan sampai tak bisa tidur nyenyak kalau buku-buku ini belum juga dikhatamkan (agak lebay sih he he he).

Aku terkagum-kagum atas dedikasi keilmuan mereka. Benang merah para ilmuan terkemuka ini yaitu memperjuangkan intelektualitas dan mengabdikan diri mereka untuk berdakwah tentang ajaran agama Islam melalui karya-karya sains yang fenomenal. Berbekal informasi dan pengetahuan yang tak tanggung-tanggung diramu melalui kajian secara mendalam berbasis Al-Qur’anul Kariim untuk mengungkap tabir misteri alam semesta terhadap rahasia penciptaan, keajaiban rancangan-rancanganNya yang maha sempurna, rahasia dibalik sunnatullah yang luar biasa… Pembuktian fakta ilmiah ini sejatinya bertujuan untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah yang Maha spektakuler dan tak terbantahkan. Allahu Akbar.

Tiap detik kala aku tenggelam menikmati karya-karya master piece ini, aku seperti tersihir… Gejolak keilmuanku menggelora.. Karya-karya mereka begitu menginspirasiku. Dulu, awalnya aku sempat bingung, mau dibawa kemana ilmuku, apa tujuanku atau bergunakah ia nantinya. Setelah memakan sedikit waktu, akhirnya kutemukan apa yang membuatku begitu berdebar-debar, resah dan sangat kuimpikan… menumpahruahkan secuil keilmuanku untuk memburu samudra fakta-fakta sosial berbasis Al-Quran, lewat sepasang ilmu dan imanku.

Ya Allah yang Maha Agung.. Ringankanlah langkahku. Terangkanlah mata hati dan akal pikirku.. Hamba mengemis belas kasihMu dan jalan terangMu. Perkenankanlah ya Raab.

Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa khallahu walaa quwata illabillah…

With love,

Aku-yang tak hobi membaca-dan semangat baruku!

Sujudku

Aku tak punya keberanian menghitung-hitung atas apa yang telah kuberikan, sebab aku takut menelan keangkuhanku bulat-bulat jika dibandingkan atas apa yang telah dikaruniakan Allah untukku.

Aku tak punya keberanian mengemis secuil pengakuan dari apa yang telah kulakukan, sebab aku takut perih tertusuk duri-duri kegetiranku sendiri jika dibandingkan atas apa yang telah dianugrahkan Allah untukku.

Ya Allah,

Dengan menyebut Asma Mu, “sesungguhnya amal ibadahku, hidup dan matiku hanya untukMu.” Atas berupa-rupa limpahan rahmat dan kasih sayangMu. Atas nafas, rezeki, cinta dari keluarga dan sahabat, pengalaman-pengalaman hidup yang mengagumkan, sensasi pesona dunia yang kunikmati sebebas-bebasnya…

Hamba yang hina ini bersujud kepadaMu dan memohon dengan segala kerendahan hati, lindungilah hamba dari prasangka buruk, kufur nikmat, kemunafikan dan rasa bangga yang begitu mudah meluap-luap atau rasa tidak percaya diri yang membuat hamba terpuruk dalam-dalam.

Golongkanlah hamba ke dalam orang-orang yang beruntung yang memiliki hati dan sikap yang amar ma’ruf dijalanMu. Teguhkanlah hati ini menjadi ‘processor’ jiwa yang terlatih bertawadhu’ dan berprasangka baik atas qadha dan qadarMu, sehingga mampu menapaki sisa umur yang ringkas ini dengan ikhlas, sabar dan syukur. Bismillah.

A million yearning of You (My dear Sister)

Semalam aku membuka-buka folder album foto-fotoku dan kakakku yang kini nun jauh disana. Ahhh, rindunya aku.

Kakak kesayanganku, lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Setelah menyelesaikan penelitian skripsinya di Simeulue, peluang untuk bekerja di Dinas Kesehatan pun terbuka lebar. Mencoba mengabdi beberapa bulan dan mengikuti tes CPNS, akhirnya kakakku lulus mulus bekerja disana.

It’s almost two years then,

Tak lagi bisa bertemu cerita setiap hari seperti waktu aku pulang sehabis kuliah atau kerja, kakakku sedia menyambutku hangat lalu menanyakan apakah duniaku hari ini cerah, mendung, topan badai atau hanya gerimis manis saja.

Tega nian Pak Bupati. Gara-gara meluluskan kakakku jadi pegawai jadinya  kami harus berpisah pulau melintasi darat lalu menyebrangi lautan. Tak tahukah bapak kakakku mabuk laut dan tak bisa berenang. Aku kesepiaaaan. Sebel! Hiks hiks.. Tak rasakah kakakku kalau setiap hari aku merindukannya? *mungkin ga ya matanya selalu berkedip-kedip setiap aku kangeeen?*

Kakakku itu, kakak yang paling baik sedunia.

Aku ingat, waktu jaman-jaman kecil dulu, kalau aku demam, kakakku selalu berada disampingku, menjagaku, menghiburku dengan bertingkah aneh dan lucu agar aku bisa tertawa, sambil mengupaskan jeruk manis untukku.

Aku juga ingat, waktu jaman SD dulu, waktu itu aku kelas III, kakakku lebih tua dua tahun dariku. Karena ingin menghemat uang jajan, aku merayunya agar kami pulang jalan kaki saja sepulang sekolah. Jarak dari sekolah ke rumah itu kira-kira 1,5 km, bayangkan saja cuaca terik waktu itu. Ditengah perjalanan aku kelelahan, sambil merengek minta dibopong. Begitu sayangnya dia padaku, tanpa ragu dia langsung membopongku ke punggungnya waktu itu, padahal bisa dibilang aku masih kuat lah waktu itu, nakalnya aku. Kami sempat rehat beberapa kali sambil minum es jajanan. Hampir empat jam lah kami baru sampai rumah. Mamak keblingsatan mencari kami berdua, akibat dua putrinya tak pulang-pulang hingga lewat tengah hari. Ketika sampai dirumah, dengan wajah innocent dan dekil, kami masuk dengan penuh sopan santun (karena rasa bersalah juga sih) dan akhirnya tetap dimarahi mamak juga hihi, tapi kakakku tetap saja membelaku, padahal pulang jalan kaki itukan ide konyolku.

Tadi sore, aku melewati jalan aspal menuju Pendopo, disepanjang kalinya ada pepohonan rindang yang aku tak tahu namanya sampai sekarang. Biasanya pohon itu akan berbunga dimusim hujan dan menebarkan aroma yang khas. Kakakku paling anti dengan aroma itu, isengnya aku, dulu asal pulang sekolah melewati jalan ini, sengaja ku kayuh sepeda selambat mungkin sambil cekikikan karena kakakku bisa complain habis-habisan sepanjang jalan akibat mabok darat sama aroma-aroma ini hihi (maafkan adikmu yang usil ini kak).

Kak Ida memang kakak sekaligus sahabat terbaiku,

She’s always being with me, in bitter an sweet moments. Indeed, she such a good listener and adviser in all aspect, academic, work, and romance hi hi..

Dengan  bahasa kelembutan, kehangatan, kesabaran, selalu menjagaku, menghiburku dan menyemangatiku cukup membuktikan kalau dia memang kakak terbaikku. Dengan bahasa selalu mengalah, ramah, tak pernah berprasangka, selalu membalas dengan kebaikan cukup mendidikku  dan pantas menjadi guru kesayanganku. Dengan cara itu  dia ingin menunjukkan bahwa  dia sangat menyayangiku. Tapi aku  sudah tahu,  karena aku merasakannya.  Sujud syukurku kepada Allah  Subhanahu wa  ta’alaa atas kehadirannya  yang begitu dekat dan hangat  untukku.

Baru  saja dia  menikah di Bulan Juli kemarin. Awalnya aku sempat cemburu buta. Seseorang merampoknya dariku. Butuh waktu memang hingga  akhirnya aku rela dan sadar dia berhak untuk bahagia di “rumahnya” yang baru.

Kabar gembira, aku juga baru saja tahu sebulan kemudian, kalau dia dianugerahi Allah dan sedang menikmati tantangan menjadi calon ibu. Alhamdulillah. Aku bahagia setinggi langit. Membuatku semakin tak sabar menanti kedatangan si buah hatiku. Insyaallah.

So  much  love and care for you.

Berjuta cinta dan sayangku untukmu. Teriring doa dan sayangku, kukirimkan sebuah bingkisan berisikan sejuta rinduku dibalut pita berwarna abu-abu, warna  kesukaanmu.

I love you.

Bingkisan Sejuta Rindu dan Doa

(Bunga kertas dari Jepang untuk Aceh; Shinsai Mirai no Hana (Bunga Masa Depan). Sebanyak 5.000 bunga ini ditanam di sejumlah titik yang menjadi lokasi peringatan 6th pasca tsunami Aceh)

Tepat enam tahun sudah kami tanpa mereka

Kami yang dulu lara, kehilangan dan sepi

Pelan-pelan berganti senyum, semangat dan cinta

(Meski tak hanya hari ini)

Kami kirimkan bingkisan sejuta rindu dan doa untuk mereka,

“Semoga mereka mendapatkan tempat yang terindah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’allaa. Perkenankahlah ya Rabb.”

Hari ini Hari Ibu

22 Desember

Tak mungkin kulewatkan moment hari ini untuk mengucapkan Selamat Hari Ibuuuu untuk semua Ibunda di seluruh dunia. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’alaa selalu melindungi dimanapun mereka berada.

Teruntuk Ibundaku tersayang,

Rasa syukur, bangga dan cinta sedalam-dalamnya kupersembahkan dengan tulus. Ibu, hadirmu begitu berarti, cintamu adalah anugerah tak hingga. Dekapan hangatmu, semangat dan kerja keras begitu menginspirasi. Bimbingan dan prinsipmu seperti tonggak yang menopang teguh anak-anakmu.

Ibu membuat aku melihat dunia ini begitu berwarna dan bersahaja. Ibu juga berhasil meyakinkanku bahwa syurga memiliki pesona keindahan dan kenikmatan tiada banding. Pada akhirnya Ibu membuatku paham dan merenung dalam-dalam, betapa aku harus bersyukur dilahirkan ke dunia dan berkesempatan merasai sensasinya yang begitu dinamis dan mengagumkan.

Ibu yang tegas, mandiri, berkemauan keras dan percaya diri… berubah drastis menjadi sosok yang sangat melankolis sejak Bapak tiada. Meski begitu, tak ada beban dipundak Ibunda untuk tetap bekerja keras.

Ibu juga bukan orang yang romantis, seperti mengingat ulang tahun anakmu atau kencan bersama keluarga di malam minggu atau merayakan moment khusus lain, Ibu  bahkan tak ingat akan pentingnya hari ini… Tapi Ibu jadi satu-satunya  orang yang paling sibuk dan sangat telaten mempersiapkan acara Pernikahan, Yudisium atau Wisuda kami.

Terima kasih atas segalanya Ibundaku. Hanya doa dan bakti yang tulus yang bisa Ananda hadiahkan kepada Ibunda. I love you.

With Love,

Pulang Kampung, 12 Desember 2009

Reflection

Speak your Mind and Feeling, but Still be Kind. That’s the thing that I couldn’t always do :(

In specific cases, I felt that.. When I got too focus, too serious, or dissatisfied on something, I used to overlook to act respectfully to whom that am talking to. I can easily interrupt or communicate unwisely without considering when and who really they are. Or worst, I used to urge perfections on something out of my reach.

Honestly, I extremely had no intention to behave such unpleasantly. Its just came out naturally. In fact, I just an ordinary people who spontaneously expressed on both what Am thinking of and feeling. This “quick responses” often less control when the atmosphere on earth was too complicated…

No body’s perfect on earth anyway. So I think its simply acceptable if  people mess it up sometimes. But actually some of them are considering to live and learn to be better. Some ordinary people like.. ME.

I do realize that there’s something needs to be fixed immediately.  For sure, this absolutely needs a long process. And of course moments and hands are quite necessary as well to make it up. Even a hundred years is not enough for me to learn how I better manage my emotions and acts.  But I believe as long as I have a will, there will always a way be widely open. God is always listening and be with me. Bismillah.

With love,

Me, just an ordinary people who’s learning and trying to be a better one

Negri ini sekarat, Bung!

Terlalu sakit negri ini dikhianati
Tersayat-sayat, perih
Sampai-sampai ia murka!
Amukannya tiada ampun, tak pandang buluh…

 

Berapa mayat lagi harus berserakan, luluh lantak dan terbuang di tanah negrinya!
Berapa raga lagi harus terabaikan, tersiksa, teraniaya, terasing, tak berharga lalu tersingkir di tanah tuannya yang laknat!
Berapa nafas lagi harus sesak, terjerat dan menggantung di bibir harapan.. atau mungkin karam, tenggelam lalu membuih, musnah di samudra mimpi

 

Tak usahlah bersenandung lugu lantas merayu-rayu dan membuai merdu dibalik topeng wajah yang palsu nan menipu!
Ini Bumi Indonesia ku, kami, kita
Jangan pahat negri ini makin sekarat lalu……. Mati.